Memiliki ukuran penis besar panjang dan bertenaga, sepertinya menjadi mimpi semua pria. Disaat pria memiliki itu, ia bisa dengan bangga dapat memuaskan pasangannya.
Apalagi saat ini sudah seperti doktrin yang mengakar, ukuran menentukan segalanya. Namun sayangnya, tidak untuk pria ini.
Pria yang dijuluki memiliki ukuran penis over size itu ternyata sangat menderita. Bahkan ia berniat untuk operasi untuk mengecilkan kebanggaanya tersebut.
Dilansir dari Metro. Pria itu memiliki penis dengan ukuran 10 kali ukuran rata-rata manusia.
Bayangkan, jika pria Indonesia memiliki ukuran penis 12-15 cm. Dia punya 10 kali lebih besar dari itu.
Namun setelah diukur, penis pria itu ternyata memiliki panjang 40 cm. Wow banget bahkan mengerikan.
Pria itu bernama Forence Owiti Opiyo, dari Kibigori, Kenya.
Awalnya ia memiliki penis yang normal seperti umumnya pria Kenya. Tapi, ketika ia menderita kista ditahun 2006 saat usianya 10 tahun hidupnya langsung berubah.

Ditahun 2007 ia melakukan pengobatan untuk menghilangkan kista tersebut yang terus muncul beberapa tahun kemudian yang akhirnya tumbuh begitu besar.
Pria berusia 21 tahun itu berkata.
"Benda ini mulai sangat kecil, seperti bisul. Maka itu adalah ukuran tinjuku. Itu hanya terus tumbuh lebih besar dan lebih besar. Ini dioperasikan dan mereka memindahkannya. Mereka melakukan beberapa tes dan menemukan bahwa hal itu belum sepenuhnya dihapus. Tapi ukuran ini (penis) tidak berubah," tuturnya
Bahkan karena ukuran penisnya yang melampaui pria normal, Forence harus putus sekolah karena malu tidak mudah menyembunyikan hal itu dari seragamnya.
Teman sekelas menggoda dia dan, karena tidak mampu menjalani operasi lagi, Forence mulai meluangkan lebih banyak waktu di rumah beresama dengan saudaranya Eliza dan nenek tua.

Orang tuanya meninggal saat berumur lima tahun.
Untuk hidup, Forence menjadi tukang sol sepatu untuk hidup dan mngumpulkan uang untuk operasi.
Saudarinya Eliza mengaku sangat prihatin dengan yang menimpa Forence.
Menurutnta, tidak adil ketika banyak yang membullynya karena itu. Padahal, itu bisa saja jadi kebanggaan jika ia mau walaupun banyak yang syok melihatnya.
Eliza berkata, "Akulah yang mengurus semuanya sekarang. Itu tidak mudah, sangat sulit. Terkadang saya bertani atau memotong tebu dan terkadang saya menanam tomat. Masalah forence adalah dengan penis dan skrotum. Penyakit ini dimulai pada tahun 2006 tapi ketika orang mengira itu adalah roh tapi bukan roh. Kehidupan Forence tidak baik karena dia tidak punya teman yang datang mengunjunginya," ucapnya.
Namun setelah cukup lama menderita, tetangga Forence bernama Duncan Otieno, mengambil beberapa foto anggota tubuh Forence.

Ia mengunggahnya ke Facebook dengan sebuah permohonan bantuan pengumpulan dana.
"Saya mengambil fotonya dan memasangnya di Facebook saya dan membagikannya di internet. Setelah tiga hari, kami mendapat telepon dari Our Lady of Mercy Ranguma dan sebuah ambulans menjemputnya dari desa. Forence adalah orang yang sopan. Dia adalah orang yang pendiam, dia tidak banyak bicara atau mengganggu orang lain. Saya yakin dia bisa disembuhkan," tutur Duncan
Setelah diperiksa, ahli bedah di rumah sakit menjadwalkan dua operasi; Yang pertama untuk debulk penis dan menyingkirkan massa exess dan yang kedua untuk merekonstruksi penis dan fashion ke bentuk yang lebih biasa dan ukuran.
Untung bagi Forence, operasi itu sukses.
Dr James Obondi, Konsultan Ahli Bedah, mengatakan: "Kami dapat menghindari syaraf, kami menghindari peredaran dan kami membawa poros itu ke ukuran yang seharusnya. Saya percaya Forence akan menikmati hidupnya seperti manusia normal lainnya. Dalam tiga bulan dia akan normal dalam fungsinya dan bisa melakukan semua yang dia inginkan," ucap dokter


Dokter percaya bahwa Forence akan bisa terus berlanjut dan memiliki kehidupan seks yang normal dan bahkan bisa memiliki anak, sesuatu yang ia rindukan.
Setelah operasi selesai, Forence kini memiliki penis normal yang jika dibandingkan dengan penis pria Indonesia sebenarnya masih cukup besar.
"Saya sangat ingin memiliki anak pada suatu hari, itulah yang saya inginkan. Saya ingin bersyukur kepada Tuhan karena telah menyembuhkan saya," ungkap Forence bersyukur
Jane Tombe, seorang perawat bedah yang dibantu selama operasi dan proses penyembuhan dipukul oleh optimisme dan positif Forence selama seluruh cobaannya.
Dia berkata: 'Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya. Tapi Forence sudah keluar. Seorang anak yang sangat riang yang sangat positif dalam hidupnya. Kehidupan kesehariannya pasti sangat menantang sebelum operasi tapi ada banyak harapan di dalam dirinya. Dia akan maju dengan baik," katanya.
Silahkan Lihat Videonya Di bawah:
loading...