
Sebuah
bukti menunjukkan bahwa anjing di Bali telah dibunuh secara brutal dan
dagingnya dijual kepada wisatawan yang tidak menaruh curiga.
Dilansir dari abc.net.au, bukti ini didapat oleh seorang turis Australia yang secara tidak sengaja mengonsumsi daging anjing di Bali.
Menurut
laporan, hewan-hewan tersebut ditangkap secara brutal dan kemudian
disembelih tidak jauh dari pantai yang dikunjungi oleh lebih dari 1 juta
orang Australia setiap tahunnya.
Bahkan menurut ahli toksikologi, beberapa hewan diracun dan bisa menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia.
Di
Bali sendiri memakan daging anjing tidak ilegal. “Tapi membunuh hewan
dengan kejam dan memakan daging yang terkontaminasi racun bertentangan
dengan hukum,” ucap Lyn White, direktur kampanye Hewan Australia (AA)
“Perdagangan daging anjing melanggar hukum kekejaman hewan dan undang-undang keamanan pangan,” tambahnya.
Penyelidikan
ini dipimpin oleh Hewan Australia (AA). Mereka memperoleh bukti tentang
percakapan seorang pedagang kaki lima dan beberapa turis (yang ternyata
penyelidik AA) di kawasan wisata Seminyak, di selatan Bali.
Penyelidik AA: “Apa yang Anda jual?”
Pedagang: “Sate anjing.”
Penyelidik AA: “Inilah mengapa Anda memasang gambar anjing di sini?”
Pedagang: “Iya.”
Tapi percakapan serupa berbeda ketika pedagang tersebut bertemu turis lainnya.
Pedagang: “Sate hanya 1 US Dollar (Rp13.000).”
Turis: “Apakah itu ayam?”
Pedagang: “Sate.”
Turis: “Sate ayam, bukan anjing?”
Pedagang: “Bukan, bukan anjing.”
Turis: “Baguslah kalau bukan anjing.”
Tidak hanya dijual di pantai, ada beberapa restoran khusus yang menjual daging anjing juga.
“Ketika
turis berjalan, mereka akan melihat sebuah toko yang menjual sate. Tapi
mereka tidak menyadari ada huruf RW di toko yang berarti itu adalah
daging anjing yang disajikan,” ucap White.
Ke depannya penyelidik AA akan bermitra dengan pemerintah Bali untuk mencari solusi terbaik dari masalah ini.
Silahkan Lihat Videonya Di bawah:
loading...