8 Negara ini Dibuat Pusing Karena Penduduknya Enggan Bikin Anak

On Juli 06, 2017 with No comments

Persoalan masing-masing negara memang berbeda tergantung kondisi ekonomi dan geopolitik. Bagi negara seperti China dan India mungkin mereka dipusingkan dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat tinggi. Bahkan populasi penduduk di kedua negara tersebut mencapai angka milyaran orang.

Namun permasalahan sebaliknya malah terjadi pada 8 negara dalam daftar dibawah ini. Negera-negara dibawah ini dibuat pusing tujuh keliling karena penduduknya yang malas membuat anak sehingga populasi mereka menurun drastis.

1 - Swedia
http://www.ngehits.net/
Saking seriusnya menangani masalah jumlah populasi di Swedia, Pemerintah bahkan menerapkan kebijakan pemberian tunjangan senilai 1.125 kronor atau setara dengan 1,5 juta rupiah perbulan. Tunjangan ini untuk semua bayi yang baru lahir baik dari warga asli maupun warga imigran yang sudah legal menjadi warga negara Swedia. Tunjangan ini masih ditambah dengan tunjangan tempat tinggal dan kesehatan. Bahkan di sebuah Kota bernama Overtornea ada kebijakan khusus untuk memberikan waktu istirahat bagi pekerja untuk berhubungan suami istri dengan pasangannya demi menggiatkan penambahan jumlah penduduk.

2 - Spanyol
http://www.theapricity.com/
Karena persoalan penurunan jumlah penduduk dianggap sangat vital sampai-sampai pemerintah Spanyol menunjuk Menteri khusus untuk menangani hal tersebut. Tahun lalu bahkan angka kematian di Spanyol mengalahkan angka kelahiran. Wanita berusia 18 - 49 tahun rata-rata hanya memiliki 1.3 anak, jauh dibawah rata-rata Uni Eropa yang mencapai angka 1.58 anak. Nah, tugas si menteri khusus ini adalah membuat draf strategi nasional untuk memperbaiki ketimpangan demografis tadi. Salah satu kebijakan uniknya adalah dengan memberi kredit bagi pembelian pakaian dalam wanita.

3 - Singapura
http://www.clovertree.com.sg/
Singapura pernah menerapkan program dua anak cukup untuk menekan pertumbuhan, Namun di awal 1980-an justru terjadi penurunan besar-besaran jumlah penduduk sehingga Pemerintah Singapura kembali membuat program "Tiga anak jika Mampu". Pemerintah juga membuat program pendidikan khusus seputar kesuburan untuk pasangan resmi di sebuah penginapan khusus suami istri. Pemerintah juga memberi uang sebagai tunjangan senilai USD 15.000 atau lebih dari Rp150 juta untuk setiap anak pertama dan kedua yang lahir.

4 - Rusia
http://russtd.com/
Populasi negara sebesar Rusia menyusut sejak 1990-an. Karena itulah, mulai tahun 2007 pemerintah Rusia mencanangkan program Conception Day pada setiap tanggal 12 September. Di tanggal tersebut, para pekerja diberikan jatah cuti khusus untuk berlibur dan menghabiskan waktu dan berharap mereka dapat ‘menghasilkan’ bayi. Selain itu, kelahiran bayi di hari kemerdekaan Rusia juga akan mendapat hadiah lemari es, uang, dan bahkan mobil.

5 - Korea Selatan
http://www.9korea.com/
Angka kelahiran Korsel yang hanya 1,2 anak per perempuan per tahunnya membuat pemerintah disana cemas. Akibatnya pemerintah mengeluarkan kebijakan ekstrim dengan mensahkan pasangan kumpul kebo demi meningkatkan populasi Korea Selatan. Bukan hanya itu saja, perempuan atau lelaki yang menjadi orang tua tunggal juga akan dibantu pemerintah dengan insentif fiskal.

6 - Jepang
http://www.japantimes.co.jp/
Jepang memang sejak lama bergelut dengan masalah penyusutan jumlah penduduk. Hal ini selain karena berkaitan dengan gaya hidup juga karena tingkat kebutuhan hidup yang sangat tinggi di Jepang. Selain menggalakkan kampanye penambahan populasi, pada 2010 silam pemerintah bersama dengan mahasiswa di University of Tsukuba menciptakan bayi robot (Yotaro) . Bayi robot ini bahkan dapat menangis, tertawa, bersin, dan juga mengenali orangtua yang mengadopsinya. Mereka berharap dengan robot ini dapat memancing masyarakat jepang untuk memiliki anak yang sesungguhnya.

7 - Jerman
http://www.germany.info/
Demi menibgkatkan populasi jumlah penduduk, jerman bahkan memberikan subsidi khusus untuk orang tua yang berhenti kerja karena mengasuh bayi. Program subsidi ini bahkan mencapai angka USD 25 ribu atau setara Rp. 340 juta per tahun. Program dengan biaya tinggi ini sudah dimulai sejak 2007 lalu. Jerman memang memiliki populasi pemuda paling kecil dibandingkan negara Uni Eropa yang lain. Jerman hanya memiliki 13 persen warga berusia 14 tahun kebawah.

8 - Rumania
http://thedreamingboot.com/
Sejak 1996 Rumania memang gencar menggalakkan program penstabilan populasi penduduk. Rumania bahkan memberlakukan pajak yang tinggi untuk pasangan yang belum mempunyai anak dan juga penduduk berusia 25 tahun keatas yang belum menikah. Polisi Rumania juga selalu siap sedia berjaga di tiap rumah sakit demi mencegah adanya aborsi illegal.



Silahkan Lihat Videonya Di bawah:

loading...
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »